Ada cara yang unik dan efektif untuk mengatasi permasalahan kemalasan anak saat KBM di kelas. Segelas susu gratis ternyata bisa mengatasi anak malas di kelas. Mengapa dan Bagaimana ?
Dalam teori belajar behavioristik, ada yang disebut reinforcement atau yang sering dikenal dengan penguatan. Salah satu bentuk reinforcement adalah reward. Reward bisa meningkatkan motivasi belajar siswa, karena kebutuhan self-esteemnya terpenuhi sehingga siswa tersebut bisa mengaktulisasikan dirinya. Maka sikap rajin dan antusias dalam belajar bisa dimunculkan oleh siswa tersebut di kelas. Sejalan dengan itu Teori Brofenbrenner yang berparadigma lingkungan (ekologi) menyatakan bahwa perilaku seseorang (termasuk perilaku malas belajar pada anak) tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan dampak dari interaksi orang yang bersangkutan dengan lingkungan di luarnya.
Penerapan pemberian susu hangat gratis di kelas ternyata menjadi sebuah solusi untuk menghilangkan kemalasan seorang siswa di TPA Bany Radhiyya. Siswa kelas 4 ini sering telat ke sekolah serta dalam proses KBM tidak bergairah sama sekali dalam mengikuti pelajaran dari gurunya. Sang guru melihat bahwa siswanya yang satu ini jarang berinteraksi dengan teman-temannya yang lain. Belakangan ditelusuri juga kehidupan siswa ini di keluarganya. Sama, siswa ini jarang berinteraksi juga dengan adik kakaknya, hanya cukup terbuka dengan ibunya. Siswa tersebut bernama Andi.
Sang guru akhirnya membuat ide untuk mengubah kemalasan siswa tersebut. Segelas susu hangat gratis bagi Andi jika dirinya hadir di kelas tepat waktu. Alhasil, keesokan harinya Andi hadir tepat waktu. Gurunya mengambilkan segelas susu hangat dari ruang kantor. Andi mulai tersemangati dan antusias. Ditambah lagi, sang guru memberikan hadiah choki-choki bagi temannya yang bisa membantu Andi menghafal atau menjelaskan ulang materi pelajaran.
Susu hangat gratis itu hanya berlaku 1 minggu saja. Meski demikian, ada warna baru di kelas 4 TPA Bany Radhiyya. Semua siswa terlihat antusias dalam belajar, termasuk Andi.
Disini kita melihat bahwa pendekatan dan langkah solutif untuk mengatasi siswa malas bisa dengan menggunakan reinforcement, hal ini bisa lebih baik daripada langsung pada punishment. Karena kemalasan anak itu bisa diarahkan bahkan dibimbing sehingga menjadi giat dan antusias. Cerita Andi dan segelas susu memberikan inspirasi untuk kita sebagai pendidik (guru) atau orangtua agar membuat ide kreatif yang solutif dalam mengatasi permasalahan perkembangan peserta didik.
Jadi, tidak ada salahnya jika Anda mencoba untuk berpikir kreatif dalam membuat solusi permasalahan peserta didik anda. Segelas susu hangat gratis, mantap diberikan untuk mensupport anak didik anda. Segelas susu untuk mengawali pelajaran yang mengasyikan dan penuh kebermanfaatan.
Selamat mencoba !
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.